Apakah rekan - rekan pekerja pernah
mendengar Google
Plus? Kalau sudah, pernahkah rekan
- rekan pekerja mencoba menggunakannya? Jika belum mencoba, rasanya kurang
asyik kalau hanya pernah mendengarnya saja tanpa pernah mencobanya sendiri.
"Cara berbagi seperti dalam hidup
nyata, yang dirancang kembali untuk web", itulah slogan yang bisa rekan -
rekan pekerja temukan ketika berkunjung ke Google Plus. Google Plus sendiri
adalah web jejaring sosial baru yang dibangun oleh Google yang dipastikan menjadi
pesaing dari "social network" yang sudah ada seperti seperti Facebook
maupun Twitter.
A) Design
Seperti kebanyakan website dari produk
Google, simple dan minimalis adalah ciri khas dari mereka, yang lebih
mengedepankan sisi User Interface (UI) design dari pada design yang colorfull.
Hampir semua orang tidak akan mempermasalahkan hal ini karena yang terpenting
adalah fungsionalitas dari web itu sendiri.
B) Usability
Memang benar, tidak banyak fitur yang ada
di Google plus, tetapi dengan hal itu pengunjung tidak akan bingung untuk
menggunakannya. Meskipun begitu, jika rekan - rekan pekerja belum pernah
menggunakan Google Plus, kebingungan bisa dirasakan ketika pertama kali
menggunakan Google Plus. Navigasi dan icon bisa ditemukan dengan mudah pada
bagian kanan dan kiri, yang yang diikuti dengan background berwarna putih.
C) Integrasi
dengan Google Account Sama dengan produk
Google yang lain, Google Plus sudah terintegrasi dengan produk Google yang
lain. Rekan - rekan pekerja bisa menemukan banyak menu dari Google pada bagian
atas. Selain itu, profile Google rekan - rekan pekerja bisa langsung tercatat
pada Google Plus tanpa harus mengedit lagi yang tentunya akan menyingkat waktu
proses integrasi account.
Selain pin di atas, ada beberapa fitur
utama yang bisa digunakan dan dimanfaatkan layaknya situs jejaring yang lain.
Karena Google plus ini masih baru, banyak yang belum tahu apa yang bisa
dilakukan dengan Google Plus.
Berikut adalah fitur utama yang akan
menjadi pesaing berat Facebook:
1) Circles
Merupakan lingkaran pertemanan yang bisa
digunakan dengan cara memasukkan nama-nama ke dalam group. Setiap pengguna bisa
berbagi konten dan file dengan format yang berbeda di dalam linkaran pertemanan
yang sudah rekan - rekan pekerja buat. Secara default, ada beberapa lingkaran
pertemanan yang sudah siap digunakan yaitu Acquaintances (Kenalan atau orang
yang baru dikeal), Family (Keluarga), Friends (Sahabat atau teman) dan
Following (Orang yang kita ikuti). Jika ingin menambahkan lingkaran lain, cukup
dengan menambahkan pada icon "Membuat lingkaran baru".
2) Hangouts
Pilihan ini yang mungkin belum ditemukan
di jejaring sebelumnya, rekan - rekan pekerja bisa menggunakan layanan video
conference dengan banyak orang dalam satu waktu. Yang diperlukan adalah sebuah
webcam dan koneksi internet yang cepat agar rekan - rekan pekerja bisa
berkomunikasi dengan lancar.
3) Huddle
Huddle adalah kata lain dari group yang
memungkinkan pengguna Google Plus bisa membuat, menambah anggota dan
berinteraksi dengan pengguna lain di group tersebut. Jika sering berinteraksi
dalam group Facebook, pengguna tidak akan kesulitan lagi karena fungsinya
memang sama namun dengan tampilan yang berbeda.
4) Sparks
Fitur ini memungkinkan rekan - rekan
pekerja berkumpul dengan komunitas tertentu yang memiliki ketertarikan yang
sama pada sebuah hal. Bisa jadi, hobi rekan - rekan pekerja selama ini bisa
lebih tersalurkan dengan adanya Sparks pada Google Plus.
Dilihat dari fitur yang ada, ini menjadi bukti
kalau Google memang sedang menantang dominasi Facebook sebagai situs jejaring
sosial terbesar di dunia. Sayangnya, saat ini versi dari Google Plus masih beta
dan tidak semua orang bisa menggunakannya. Untuk masuk ke situ, harus ada orang
lain yang terlebh dahulu masuk ke Google Plus dan mengundang rekan - rekan
pekerja untuk menjadi bagian dari Google Plus.
Belajar Jejaring Sosial Dari Google
Reviewed by Eros Rosid
on
20:18
Rating: